4 Alasan Kenapa Bitcoin Akan Naik Awal Tahun 2019?

Pada bulan Oktober 2018 harga Bitcoin hanya mencapai Rp 54 juta’an saja, dan jauh dari pencapaian pada sebelumnya sebesar rp 75 juta. Namun, pada bulan November 2018 ada kenaikan sedikit demi sedikit, begitu pun di harapan bitcoin 2019.

Kenaikan yang terjadi pada harga bitcoin pastinya memiliki sebab dan akibat, mengapa bisa bitcoin naik? Hal tersebut dikarenakan adanya berita yang dapat membantu untuk mengatasi sehingga harga coin-coin digital kembali normal dan tentunya semakin naik juga.

Baca Juga : Prediksi Harga Bitcoin (BTC) Pada Tahun 2019 Oleh Pakar Crypto

1. BAKKT

Pada bulan Agustus untuk pertama kalinya Intercontinental Exchange (ICE) mengumumkan bahwa platform perdagangan crypto Bakkt merupakan sebagian dari bagian operator dari New York Stock Exchange (NYSE).

Hal tersebut terjadi karena perkembanga di kemitraan melalui Microsoft dan Starbucks. Dan Bakkt di publikasikan pada bulan Januari 2019 yang sempat tertunda dari sebulan sebelumnya.

Dari Bakkt telah memberikan sebuah skalabilitas untuk Bitcoin seperti, memberikan kenyamanan bagi pengguna berupa keamanan untuk memproses maupun kepemilikan dari pengguna serta memberikan sebuah kontrak yang berjangka bagi bitcoin ataupun pengguna bitcoin.

Baca Juga : Prediksi Harga Bitcoin Oleh Investor Terkenal

2. Nasdaq

Gabor Gurbacs yang merupakan direktur dari VanEck yang memiliki bursa saham terbesar kedua di dunia merencanakan untuk melakukan bekerja sama dengan Bitcoin dengan menawarkan kontrak berjangka bitcoin dan kemudahan dalam perdagangan di bursa sahamnya.

Di saat pengumuman berlangsung Gasbor Gurbacs mengungkapkan bahwa VanEck telah bersepakatan untuk melakukan sebuah kerja sama dengan Nasdaq dengan membawa sebuah kontrak berjangka cryptocurrency ke dalam dunia pasar saham.

Pada tahap awal mereka membawa menyiapkan dengan membawa koin yang berkapasitas paling tinggi yakni bitcoin. Apabila sudah berjalan maka pada tahap – tahap selanjutnya akan membawa coin-coin cryptocurrency lainnya.

3. Indeks ETP Cryptocurrency Pertama

Amun Crypto Basket merupakan suatu indeks ETP cryptocurrency yang pertama kali di dunia yang bakal di perjualkan di “SIX EXCHANGE” yang berpusat di Swiss dan telah menerima dengan volume besar dalam pasar cryptocurrency tersebut.

ETP telah melakukan survei dari sekian banyaknya coin – coin cyptocurrency hanya empat yang paling besar dalam segi penghasilan maupun dari harga coin tersebut diantaranya Bitcoin, Ripple, Ethereum serta Litecoin yang telah dapat dukungan dengan indeks yang telah di persiapkan oleh MVIS.

Pada setiap harinya ETP mampu memperjualkan dagangannya hingga mencapai $400,000. Dengan hasil indikasi tersebut sangat layak untuk memperoleh peringkat atas di dalam pasar ETP Swiss. Selain itu, para investor pengguna ETP bagi dalam HOLD untuk tidak di perjual belikan.

Baca Juga : Apakah Harga Dogecoin Akan Naik?

4. Securities and Exchange Commision

Jay Clayton yang merupakan ketua dari SEC, dia telah memgutarakan pada saat acara Konsesus bahwa dia memberikan peletakan penekanan terhadap ETF Bitcoin yang di rancang oleh VanEck tersebut.

Dari hasil indeks harga ETF Bitcoin tersebut akan memanfaatkan dengan memakai sebuah data dari sari tiga dalam pasar OTC terbesar diantaranya Genesis, Trading, Circle Trade, serta Cumberland.

Hal tersebut terjadi dikarenakan mereka telah mempercayai bahwa dalam pasar ini jarang dan berkemungkinan sangat kecil untuk melakukan seuatu manipulasi.

Namun demikian, dari ketua SEC tetap memiliki suatu kebimbangan dan keraguan tentang ETF Bitcoin apakah akan dapat dukungan dan di setujui hingga masuk dalam pasar cryptocurrency dan benar – benar terbebas dari resiko maniplasi tersebut.

Baca Juga : Aplikasi Penghasil Uang Terbanyak Yang Dibayar Dengan Ethereum, Bitcoin Dan Storm