Apa itu Blockchain dan Cryptocurrency?

Sudah pada tidak asing lagi dengan kata Blokchain, tapi Apa itu Blockchain jadi Blockchain Adalah suatu sistem pencatatan atau database yang banyak tersebar di jaringan internet. Biasa juga disebut Distrubuted ledger.

Jadi apakah anda tahu maksud dari itu?

Sistem Tradisional Dengan Blockchain Perbandingan

 Disini anda pastinya sudah tau apa definisi dai blockchain itu sendiri. Kali ini akan membahas dan membandingan sistemnya yakni sistem tradisional dengan sistem blockchain.

Apakah keunggulan dan kekurangan dari masing-masing sistem tersebut.

1. Sistem Tradisional: Kepercayaan Dengan Pihak Ketiga

Misalnya saja anda berbelanja pakaian di salah satu butik yang ada di sebuah mall. Dan saat pembayaran anda menggesekkan kartu kredit anda di mesin kartu di butik tersebut.

Dan akan terjadi sistem transfer uang dari account milik anda ke account kepunyaan butik ditempat anda berbelanja, tetapi anda tahu darimana dan apakah benar-benar sudah terjadi transfer uang antar account?.

Mengapa butik tersebut dapat anda percaya bahwa mereka telah menerina uang dari account anda dengan sistem transfer tadi?, karena adalah hal tersebut adanya turut campur pihak ketiga yang anda dan juga pihak butik tempat anda berbelanja yang percaya  pada pihak ketiga tersebut.

Pihak ketiga yang kita bicarakan adalah bank yang anda percaya dan anda gunakan, bisa juga jaringan kartu yang anda gunakan berupa visa, mastercrd, ataupun lainnya. Dan butik tempat anda berbelanja juga mempercayai pihak ketiga tersebut.

Tapi apa yang akan anda lakukan dana apa yang akan terjadi bila sistem ataupun kartu kredit yang anda pakai mengalami hack maupun gangguan teknis?.

Baca Juga : 3 Investasi Cryptocurrency Terbaik Berpotensi Profit Tinggi

2. Sistem Blockchain

Apakah blockchain itu? Jadi Blockchain adalah suatu sistem yang tidak menggunakan pihak ketiga dengan kata lain semua catatan transaksi yang termasuk didalamnya entah itu pengeluaran maupun pendapatan disimpan pada banyak komputer yang ada didalam jaringan itu juga.

Hal itulah yang menyebabkannya sulit bahkan tidak memungkinkan di hack maupun mengalami gangguan dalam waktu yang bersamaan, karena misalkan menghack berarti anda harus menghack banyak komputer, akan sangat ribet bahkan memusingkan bahkn memerlukan banyak waktu.

Kalau anda ingin membayar belanjaan anda di butik tersebut mengunakan cryptocurenccy misalnya bitcoin, maka bitcoin anda akan di transfer ke alamat bitcoin milik butik tempat anda berbelanja secara peer-to-peer.

Dan juga catatan transaksi ini akan otomatis tercatat oleh komputer dengan jaringan yang sama.

Analogi Sederhana untuk Menjelaskan Cara Kerja Blockchain

1. Contoh Non – Blockchain : Sebuah komplek yang mempercayai pihak ketiga

Disebuah perumahan atau komplek yang terdiri dari 20 rumah. Ibu komplek mempercayai ibu Lisa atas segala transaksi finansial. Dan tugas bu Lisa adalah mencatat siapa saja yang belum bayar iuran komplek. Dengan kata lain bu Lisa dipecayakan sebagai akuntan daerah tersebut.

Baca Juga : Aplikasi Penghasil Uang Terbanyak Yang Dibayar Dengan Ethereum, Bitcoin Dan Storm

Tentu saja bu Lisa dipercayakan persoalan catatan transaksi yang akurat, tapi hal tersebut memiliki resiko yang tidak boleh diabaikan yakni :

  • Bagaimana jika suatu saat buku catatn bu siska rusak tau hilang ?
  • Bagaimana mengetahui kurang aau tidaknya dana dari bu siska?
  • Bagaimana jika KKN terjadi dan mendorong bu siska untuk menghapus data hutang mereka tau yang lainnya.

2. Jika komplek ini menggunakan Sistem Blockchain

Jika komplek tersebut ingin memakai sistem blockchain maka pertama-tama yang harus di lakukan ibu ketua komplek adalah menayakan siapa saja yang tertarik menjadi akutan komplek sebutkan saja misalnya ada 10 orang yag tertarik.

Maka tugas dari ke-10 ibu-ibu tersebut adalah mencatat alur transaksi dan membukukannya, dengan begitu maka akan sulit memanipulasi bahkan sulit untuk terjadinya KKN karena dengan catatan ke10 tersebut akan diindentik bila ada kekeliruan.

Apakah keuntungan yang diraih dapat menjadi sebuah akuntan di komplek tersebut?

Cryptocurrency

Katakan saja di komplek tersebut gemar akan keju, dan di sini keju akan diumpamakan sebagai mata uang / currency saat ini. Ke-10 ibu-ibu tersebut akan bekerja menjadi seorang akuntan profesional dan mereka akan mengejar imbalan dari pekerjaan yang mereka lakukan.

Dan mereka juga disini akan di umpamakan menjadi penambang (miner) di karenakan mereka bekerja untuk mengumpulkan atau menambang keju.

Kalau seandainya komplek tersebut ke-20 rumah tersebut mengadakan acara makan-makan di sebuah restoran dan semuanya memesan menu yang berbeda tentu saja hargapun akan berbeda.

Sehingga para akuntan tersebut yang akan berebut untuk mengkalkulasikan habisnya dana yang digunakan dan yang paling cepat dan tepat.

Siapapun yang yang paling cepat dan tepat dalam mengakalkulasikan pengeluaran dan bisa diterima oleh ke-9 ibu-ibu akuntan lainnya maka ia akan di beri reward keju sebagai hadiahnya.

Hal tersebut diumpamakan mengapa para penambang mempunyai komputer yang kuat juga cepat.

Tetapi selain dari ke-10 akuntan tersebut penghuni yang lain harus memperjual juga membeli keju itu. Karena keju yang dimaksudkan mempunyai nilai yang didalamnya terdapat penawaran juga permintaan.

Bila dikomple tersebut datang penghuni baru mka permitaan dari keju tersebut akan naik dan otomatis nilai dari keju akan naik. Karena permintaan yang lebih banyak sedangkan jumlah supply keju berjumlah yang sama atau tetap.

Keju yang dibahas di atas dimaksudkan sebagai perumpamaan dari bitcoin, ether, dan cryptocurrency lainnya didalam dunia cryptocurrency.

Baca Juga : Belajar Analisa Supply and Demand

Sifat-sifat B;ockchain yang penting untuk dimengerti oleh Investor Cryptocurrency

Jika perumpaan diatas sudah membuat anda faham akan konsep dari blockchain maka dibawah ini adalah  penjelasan lebih  lanjut mengenai blockchain menurut investor cryptocurrency.

1. Open-source dan Transparan

Sebelumnya cukup penting untuk anda mengetahui bahwa kode blockchain transparan sifatnya.  Seandainya anda adalah developer yang dapat  membaca kode blockchain selain itu juga anda langsung dapat menverifikasi apa yang menjadi kodenya, misalnya sebagi berikut:

  • Blok genesis yang berarti berupa banyak ketersediaan bitcoin di awal permulaan.
  • (Untuk bisa mengerti permintaan juga penawaran) berapa tinggi tingkatan inflasi bitcoin.

Bila dibandingan dengan mata uang pada umumnya sebuah negara besar kita ambil contohnya Amerika Serikat dengan Dollarnya. Yang umumya diktrol dari pihak bank pusat atau sentral.

Jadi orang awan seperti anda tidak dapat mengetahui berapa banyak uang baru yang akan dicetak dimasa yang akan datang  misalkan 10 tahun mendatang.

Juga tidak tahu perkembangan suku bunga bank dimasa yang akan datang. Juga dengan  cryptocurrency semua ini dapat diverifikasi  dengan kode yang tidak tertulis.

2. Terdesentralisasi / Tidak Terpusat

Cryptocurrency adalah sistem yang tersebar luas, di dalam itu tidak adanya perushaan ataupun perorangan yang mengontrolnya. Kode blockcainnya tidak berada didalam sebuah sever pusat yang dijalankan oleh sebuah perusahaan, tapi di jaringan yang jumlahnya ribuan didalamnya tedapat ribuan blockchain tersebut.

Disitu anda memiliki node sendiri, yang didalamnya berisikan blok-blok  catatan transaksi dari blockchain tersebut.

3. Supply dan Tingkat Inflasi-nya Jelas (Datanya Tersedia)

Mengapa supply dikatakan penting?

Karena didalam dunia ini semua bisa dibeli dan juga semua memiliki harga untuk dapat dimiliki dan semua itu juga bergantung pada  ketersediaan juga permintaan dan jumlah penawaran.

Bayangkan bila sebuah perorangan khusus mobil mercy hany memproduksi 5 mercy dan itu special edition di seluruh dunia. Dan anda mendengar hal itu sehingga anda tertarik membeli 1 buah mercy.

Dan ternyata pihak mercy memutuskan memproduksi 5000 unit. Apa yang akan anda lakukan? Dan apa yang terjadi dengan mobil special edition tersebut baik harga maupun jumlah permintaannya?

Hal ini sama dengan konsep saham, untuk  menentukan harga dari suatu perusahaan anda harus memahami capitaliation dari perusahaan itu sendiri. Sehingga anda dapat jumlah saham dikalikan dari harga saham. Profit margin tidak kalah pentingnya untuk anda ketahui.

4. Immutable (Tak Bisa Dibatalkan)

Blockchain kualitasnya bagus berkat banyak didukung oleh banyak penambang yang turut serta membantu dalam pengamanan jaringan blockchain dengan bantuan mesin.

Jika anda sudah melakukan transaksi baik itu transfer maupun menerima hal itu tidak bisa dibatalkan dalam blockchain, yang artinya dananya hilang.

Terkecuali jika anda mengirim dana ke alamat yang salah kemudian si pemilik account yang menerima kiriman anda dengan baik hati mengembalikan ke account anda.

5. Hampir Tidak Mungkin Untuk di-Hack

Dalam hal lain penambang juga berkompetisi dalam  menyelesaikan suatu hitungan matematika, dan  penambang manapun yang berhasil menyelesaikan hitungan tersebut dengan tepat juga akurat sehingga menciptakan blok yang baru guna blockcoin tersebut maka akan mendapatkan imbalan.