Tentang IPO dan ICO : Cara Kerja Bisnis Di Masa Depan Yang Akan Berubah Drastic

Apakah anda mengenal istilah kata IPO? Ipo adalah singkatan dari Initial Public Offering atau kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia adalah “Penawaran Umum Perdana” dan IPO adalah penjualan pertama saham sebuah perusahaan kepada investor umum.

Karena perusahaan tersebut hanya akan menerbitkan saham-saham pertama  tetapi dapat juga menawarkan saham kedua. Dan umumnya adanya bankir investasi yang di rekrut oleh perusahaan tersebut guna mempertahankan juga menjamin penawaran yang sudah terjadi dan juga adanya pengacara koprat guna menulis prospekturnya.

Karena dalam penjualannya saham tersebut diatur oleh pihak yang berwajib untuk mengatur finansial bila relevan, sebuah bursa saham akan menjadi persayaratan guna mengetahui keuangan dan kemajuan sebuah perusahaan kepada investor.

Namun ipo juga bisa diartikan perusahaan yang terjun langsung ke lantai bursa, dan ia yang memperjual belikan presentase akan kepemilikan sebuah saham ke publik guna utuk memperoleh dana dan hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan akan bisnisnya.

Istilah IPO dalam catatan sejarah ada sejak VOC menawarkan sahamnya kepublik pada tahun 1602. VOC sendiri merupakan sebuah perusahaan dari BELANDA atau sering disebut di Indonesia adalah Kompeni yang menjajah Indonesia selama 3,5 abad.

Dalam catatan sejarah di Amerika IPO sudah ada sejak tahun 1783 pada saat itu Bank of North America menjajakan sahamnya ke publik.

Kalau dihitung sudah ratusan tahun namun konsep dan gagasan IPO masih digunakan, tapi dalam waktu dekat kemungkinan besar IPO akan dilengserkan oleh ICO singkatan dari Initial Coin Offering dengan berjalannya waktu ICO akan menjadi subtitusi dari IPO.

Baca Juga : Cara Trading Bitcoin Gratis Tanpa Modal

Jadi apakah anda juga sudah mengenal istilah ICO? Dan Apa itu ICO. Baiklah mari simak penjelasan dibawah ini.

ICO Adalah suatu usaha dalam perihal penggalangan dana guna membantu pembangunan aplikasi yang berkaitan dengan adanya blockchain dan dalam mengimplementasinya sama halnya seperti Cryptocurrency, BTC, smart contcrect juga smart ledger.

Dalam penawaran yang di lakukan ICO ia menawarkan sejumlah coin untuk investor yang akan dihargai oleh Cryptocurrency misalnya BTC dimasa yang akan datang diharapkan kelaknya menghasilkan nilai yang tinggi.

Hal tersebut tergantung dari berhasil atau tidaknya apps itu dalam tugasnya yakni memecahkan masalah dalam bisnis tersebut.

ICO sendiri bekum memiliki regulasi yang tetap dan pasti untuk mengaturnya, semua itu berdasarkan dari kepercayaan para investor akan masa depan yang cerah tentang Blockchain sehingga mereka berani mengambil resiko yang cukup besar.

Untuk pengusaha konvensional sendiri melihat hal ini bisa mereka katakan gejala yang cukup aneh, dan sulit untuk dimengerti dan dicerna, menurut mereka bagaimana mungkin investor percaya kepada anak-anak muda yang usianya aja belum sampai 40 tahun dan mereka mempercayakan uang mereka kepada anak-anak tersebut.

Menurut mereka anak-anak tersebut belum memiliki pengalaman yang berarti dan dan network merekapun minim dan mereka juga memberikan statment bahawa anak-anak tersebut belum mengerti pasar modal, bisnis, ekonomi, dan bagaimana sistem kerja pasar.

Mayoritas scam itulah yang dituduhkan oleh generasi senior yang berusia 40-50 tahun keatas terhadap generasi muda.

Seandainya teknologi dapat membantu bahkan mengefisiensi waktu juga memberi kemudahan dan dapat dikatakan sangat efektif, bila dibandingkan dengan pola lama. Sekarang ataupun nanti  dan cepat maupun lambat semua orang pastinya akan menjatuhkan pilihannya ke cara yang reltif lebih mudah.

Walaupun cara tersebut dikategorikan belum masak sempurna atau belum matang, aplikasi dengan basic blockchain menjanjikan kemudahan karena sifatnya yang berupa database yang artinya tersimpan dalam banyak node, tidak berpusat, juga tidak memerlukan pihak ketiga, immuntable record.

Data yang sudah dibentuk atau sudah berhasil anda save maka tidak dapat diganti maupun dihapus. Dalam hal menjalankan transaksi ia menggunakan alogaritma atau rule seperti halnya pada smart contract.

Dibawah ini beberapa contoh blockchain yang terbukti sukses untuk mendapatkan dana dari ICO alias Initial Coin Offering :

1. Ethereum

Blockchain mengimplementasikan dengan fitur smartcontract etherum yang bersifat open source, tidak sedikit blockchain yang dibuka dengan dasar framework ethereum. Saat ethereum memperkenalkan atau mempublikasikan DAO dan mendapatkan dana sebesar $18.

DAO adalah singkatan dari Distributed Autonomos Organization yang bekerja untuk mengambil kebijakan akan proyek-proyek yang saling terkait dengan ethereum, DAO sendiri organisasi yang tak berbentuk alias tanpa bentuk.

Anggota DAO adalah mereka yang memberi ether pada token pertama saat ICO baru-barunya di luncurkan atau dipublikasikan.

Baca Juga : Aplikasi Penghasil Uang Terbanyak Yang Dibayar Dengan Ethereum, Bitcoin Dan Storm

2. Iconomi

Berlokasikan di daerah yang tidak terkenal yakni Ljubljana di Slovenia dengan konsep yang mengikuti uber dalam fund management industri, sehingga dia bersifat Open Fund Management.

Anggota atau user dapat mengelola aset dalam satu platform tapi haruslah berbentuk digital, misalnya aset yang dikelola adalah BTC, Etherm, Lite coin dan masih banyak lainnya.

Contohnya meisalkan anda membeli BTC dengan harga $800, maka anda dapat memberi clue untuk melepaskan 1 BTC saat harga BTC berada di nilai $1000 menggunakan apps yang otomatis atau sudah disediakan di smartcontract yang anda sepakati. Proses ini akan otomatis berlangsung anda tidak akan mengalami brooker juga pialangan saham.

3. Golem Network

Anda akan mendapat $8 juta hanya dalam 30 menit. Decentralize Sharing Power, merupakan ide dari golem yang merupakan tempat penyewaan komputer yang fungsinya untuk membantu mempermudah tugas yang berat contohnya rendering calculating, mining machine learning, dan sebagainya.

Jika server yang anda miliki ber-Avaible 5% maka anda mampu menyewakan bagi mereka yang membutuhkan bukankah itu ide yang hebat, dan ia juga menggunakan ethereum.

Baca Juga : Apa itu Blockchain dan Cryptocurrency?

4. Fristblood

Anda diminta untuk menantang pemain lain bermain olahraga e-sport digital, dan bila anda menang maka akan mendapatkan reward melalui martcontract, tetapi anda belum akan mengetahui reward apa dan bagaimana yang akan anda dapatkan.

5. Digix

Merupakan aset berupa tokenisasi platform yang mendapatkan $5,5 juta hanya dalam waktu 12 jam, itu adalah Digix.

Cryptocurrency memiliki harga jual dan beli yang relatif berubah-ubah hanya dalam waktu yang singkat bisa saja pagi $800 kemudian menjelang siang menjadi $1000 dan ketika malam merosot menjadi $500.

Digix sendiri mempunyai DGX atau Digix Gold Tokens dimana asetnya mempunyai pegangan dengan emas. Hal ini memiliki tujuan mempersempit resiko jika anda memiliki beberapa Cryptocurrency misalnya BTC.

Anda dapat menukar token tersebut sehingga kemungkinan anda terkena resiko penurunan harga sangat sempit dan hal itu juga membuat anda terhindar dari rugi, karena dengan kata lain anda membeli emas sebagai penukarannya.

Dari pembahasan diatas jadi bagaimana menurut anda apakah ICO akan terjamin atau dijamin sukses pesat? tentu saja tidak karena sejatinya semua hal akan memiliki kekurangannya masing-masing.

Untuk anda yang baru memasuki perbitcoinan ada baikannya anda banyak bertanya dengan yang sudah fasih akan dunia tersebut dan tanya sesuatu atau kemungkinan terburuknya dahulu sebelum dan bertanya sisi baiknya.

Baca Juga : Trik Freebitcoin 10 Kali Lipat, Penghasilan Berlipat Ganda